Senin, 05 April 2010

Pembobol Bank Yang Masih Misterius

Paris–Bank raksasa Prancis, Societe Generale (SG), dibobol. Pihak bank mengidentifikasi pembobol senilai 4,9 miliar euro (US$ 7,15 miliar) adalah Jerome Kerviel (31) yang Kamis (waktu setempat) tidak diketahui keberadaannya.
Kerviel bekerja di Paris sejak tahun 2000 dan di bagian perdagangan sejak 2005. Kantor pengacaranya kepada AFP menyatakan Kerviel “tidak sedang melarikan diri.” Kerviel yang berpendapatan kurang dari 100.000 euro per tahun dituduh menyebabkan kerugian besar berkaitan dengan perdagangan derivatif.
CEO dan Chairman SG Daniel Bouton mengatakan pembobol itu menggunakan “teknik yang sangat rumit dan bervariasi” untuk melakukan kecurangan. Pembobol itu juga memiliki kelihaian untuk melarikan diri dari seluruh prosedur pengendalian, “Transaksi melibatkan kecurangan itu sederhana–ambil posisi ketika saham naik–namun tersembunyi menggunakan teknik yang sangat rumit dan bervariasi,” kata Bouton dalam pernyataannya.
Ia menyatakan perdagangan telah dihentikan setelah pembobol itu mengakui kecurangan dan tindakan hukum dilakukan terhadapnya. Ditanya mengenai keberadaan Kerviel, Bouton menjawab, “Saya tidak tahu di mana ia berada.”
SG bersikukuh pembobol bertindak sendirian, namun melakukan “kecurangan massif dengan mengambil posisi melebihi kewenangannya di 2007 dan 2008.”
Perdagangan saham SG dihentikan sementara atas permintaan bank tersebut dan saham ditutup turun 4,14 persen ketika berita kecurangan itu muncul dan kerugian 2,05 miliar euro pada pasar kredit perumahan menengah Amerika Serikat (subprime mortgage market).
Bank menyatakan telah memangkas kerugian itu di tahun 2007 hingga 600-800 juta euro dari 5,2 miliar euro di 2006 dan mereka perlu menaikkan modal 5,5 miliar euro untuk memperbaiki laporan keuangan.
Kasus kecurangan ini menjadi hantaman tambahan bagi kepercayaan investor terhadap sektor perbankan global yang mulai menderita kerugian miliaran dolar pada beberapa pemberi kredit terbesar di Inggris dan Amerika Serikat (AS).
Perdana Menteri (PM) Prancis Francois Fillon berbicara di Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos mengatakan kecurangan ini “masalah serius namun di waktu yang sama, ini tidak ada kaitannya dengan situasi saat ini pada pasar keuangan global.”
Para ahli menyatakan betapapun pembobol itu sukses menyembunyikan kerugian begitu besar. “Ini tampaknya sulit dipercaya bahwa sepanjang tahun ini yang dilakukannya tidak terdeteksi,” kata Elie Cohen, guru besar ekonomi di Paris Institute of Political Studies.
“Satu orang sendirian tidak dapat memicu bencana semacam itu,” ujar Arnaud Riverain dari perusahaan swasta Arkeon Finance. Menurutnya, bagian perdagangan bank itu pasti mengalami “disfungsi”.
Sebagai salah satu dari tiga bank terbesar Prancis, SG telah mengajukan gugatan hukum terhadap pedagang yang menjadi pembobol banknya. SG menuduh Kerviel membuat dokumen bank, menggunakan dokumen yang salah itu dan mengakses komputer di luar kewenangannya.
Kejaksaan Paris membuka penyelidikan awal skandal tersebut, yang menyebabkan para pemegang saham mengajukan gugatan terhadap bank atas kecurangan dan kecerobohan itu. SG mengumumkan telah memecat eksekutifnya yang bertanggung jawab untuk mengawasi dan mengendalikan operasi.
Bouton yang menawarkan untuk mengundurkan diri namun ditolak menyatakan ia dan wakil Philippe Citerne akan memberikan gajinya enam bulan lalu dan bonus 2007. (ant/afp/ega)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar